Tampilkan postingan dengan label Kumpulan Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kumpulan Puisi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Juni 2015

Contoh Puisi Menunggu Keajaiban Oleh Alyan Altra

Saat alam terbuka menerangi dunia.
Saat itu pula ku tak mampu berbuat apa.
Menatap langit biru yang begitu cerah.
Aku hanya mampu tersenyum melihat itu semua.

Aku kini bagaikan burung tanpa sayap
Yang tak bisa terbang bersama yang lain
Selalu menunggu ke ajaiban yang akan datang padaku
Sampai kapan pun aku hanya bisa menunggu dan terus menunggu

Hari demi hari telah ku lewati
Bulan demi bulan silih berganti.
Bahkan tahun pun sudah terlampaui.
Namun tak kian jua keajaiban itu datang kepadaku.

Aku menangis dan terus menerus merintihkan air mata
Tiada henti sampai ragaku tak berdaya.
Sampai suatu saat ada semut merah yang berjalan didepanku.
Memundak makanan yang begitu besar di bahunya.

Contoh Puisi Berkaca Pada Diri Oleh Mule

Berkaca pada diri
Supaya tidak lupa sendiri
Bahwa hidup yang dijalani
Tidak seringan hari tadi
Ini itu tidak disegani
Tidak perlu menyendiri
Buat apa bersedih hati
Toh nanti juga terbukti
Siapa yang bertahan diri
Jujur itu perlu bukti
Bukan sekedar muluk janji
Karena yang diucapkan saat ini
Adalah ungkapan dari hati
Karena itu perlu teliti
Menggunakan kata-kata dan cermati
Bahwa kata-kata bisa nyata terjadi

Contoh Puisi Mimpi Sebelum Terlelap Oleh M fikri

Menemukan dalam dunia yang tak pernah nyata
Sayup suara hanyut terbawa hembusan angin
Sepenggal kalimat cerita hinggapnya sebuah derita
Perjalana hidup yang terpilih dengan separuh hati

Manisnya ujung bibir yang membingkai senyum 
Tak pernah hianat meninggalkan wajah lugu
Menutupi ratapan hati akan kisah hidup penuh liku
Menghiasi buram masadepan penerus cerita..

Melintas dalam memori masalalu
Jalan itu tak semudah bayangmu 
Jalan itu tak selurus inginmu
Cerita pahit mesti enggan untuk diulang

Pilihan tetap harus terpilih 
Meski separuh hati harus tersakiti
Kini sesal tak akan pernah menunjukkan arti
Walau mimpi buruk datang sebelum terlelap

Contoh Puisi Untuk Ayah dan Ibu Tercinta Oleh Redi Maechosa

Ayah...
Yg menyayangiku dengan penuh kasih . .
Yg telah memberiku nafkah lahir dan batin . .
Yang tak pernah lelah langkahmu tuk masa depan terbaikku . .
Dan yang tlah memberiku jalan terbaik . .

Ibu....
Yg telah mengandungku dengan penuh cinta . .
Yg telah melahirkanku dengan penuh perjuangan . .
Yg menerangi hidupku yg gelap gulita . .
Yg menjadi petunjuk jika ku tersesat . .

Ayah...Ibu....
Yg telah membesarkanku dengan penuh kesabaran . .
Yg telah merawatku dengan penuh kasih sayang . .

Ayah...Ibu....
Takkan mampu ku balas jasa-jasa kalian . .
Meskipun dengan seluruh isi dunia ini sekalipun . .
Hanya puisi sederhana ini ku persembahkan untuk kalian . .
Serta do'a yg selalu kupanjatkan untukmu . .
Ayah dan Ibuku yang tercinta . .

Contoh Puisi Malaikat Hidupku Oleh Lala Daniella

Malaikat ituLah sebutanMu
Karena hatimu tulus
Merawatku, menjagaku,
Dan membesarkanku.

Kau hanya ada satu,
Dan takkan bisa terganti.
Sebutanmu adalah 
"IBU"
Sebutan yang terdengar
Sederhana, namun
Mengartikan seseorang
Yang luar biasa.

Ada dan tiada dirimu
Akan slalu berada 
Di Lubuk hatiku...
Sebagai penyemangat,
Dalam hidupku...

Terima kasih Ibu...
Kau adalah 
Malaikat dihidupku...
Malaikat yang menerangi 
& malaikat yang slalu
Membantu hari - hariku.

TanpaMu aku tak akan
Tahu tentang dunia ini...

Terima kasih takkan 
Berhenti aku ucapkan,
Padamu ibu..

Karena, kau adalah 
Malaikat dihidupku...

Contoh Puisi Ketika Senja Beranjak Pudar

KETIKA SENJA BERANJAK PUDAR
Oleh Atikah Ujiarti

Aku menapaki jalan terjal nan tajam..
Perih .... sakit...
Sungguh, aku tak berpura..
Itu yang ku rasakan...
Aku tak kuasa..
Sungguh, aku tak kuasa...

Ketika senja beranjak pudar..
Derai air ini mengalir...
Deras.. dan semakin deras..
Ini bukan sembarang air,
Ini air kepedihan, air yang mewakili suasana hatiku saat itu..
Saat itu, 25 Juli 2011
Ketika senja beranjak pudar..

Ibu...
Bibirku bergetar hebat kala ku bisikkan kata itu..
Singkat, namun bermakna dalam..
Sungguh, aku berusaha tegar..
Aku mencoba berdiri..
Aku mencoba tersenyum..
Disaat mereka memandangku iba..
Disaat mereka memelukku penuh haru..
Dan disaat mereka membisikkan kalimat, "Beliau telah bahagia bersamaNya"

Ketika senja beranjak pudar...
Ketika itu pula jiwa ragaku rapuh, lemah..
aku terjatuh, aku menahan perih yang luar biasa..

Tuhan,
inikah takdirku?
takdir yang sama sekali tak kuharapkan,
Kehilangan 2 sandaran dalam hidupku..

Ayah..
Ibu...
secepat inikah kalian meninggalkan putra putrimu?
Sungguh, aku tak kuasa membendung derai air mata ini..

Tuhan, kuatkanlah aku ...
Tuhan, peluklah diriku..
Agar aku tetap dapat berdiri,
Meskipun sesungguhnya aku tak mampu lagi tuk menopang tubuh rapuh ini..
Ketika senja beranjak pudar,
Ketika adzan maghrib perlahan di kumandangkan,
Ketika sang surya berganti menjadi ribuan bintang,
Dan ketika itu pula samar-samar ku pandang wajahnya di ujung sana,
Cantik, sangat cantik..
Sungguh menawan mengenakan gaun putih suci nan indah..

"Ibu..." Bisikku sendu..
Ia tersenyum, tersenyum manis menatapku,
lalu menghampiriku sembari berkata :
" Yang rukun ya sama kakak dan adik, jaga adikmu baik-baik "

Deras...
Kali ini air mataku semakin deras mengalir ..
Sangat deras...

"Ibu........."

Aku berteriak, aku berlari, aku berusaha mengejar bayangnya..
Namun kemana?

Aku tak tahu.

Contoh Puisi Mengharukan tentang Perjuangan Seorang Ibu

PERJUANGAN IBU 
Oleh Nada Thalia Permata Adriani


Laksana sinar di pagi hari
Dedaunan menari-nari
Ibu ...
Jerih payah mu
Keringat mu
Nasihat mu selalu ku hargai

Ibu ...
Pagi, siang, dan malam
Engkau hadir bersama kami
Saat kami lelah, butuh, sedih, dan
gembira

Engkau bagaikan matahari yang
menerangi kegelapan
Membanting tulang demi keluarga

Membesarkan penuh pengharapan
Hingga masa depan kembali
cerah

Ibu ...
Sungguh mulia perjuangan mu
Engkau tak pernah meminta balasan kepada kami
Aku berjanji ..
Tak akan ada peristiwa
"AIR SUSU DIBALAS DENGAN AIR TUBA"
"KASIH SAYANG IBU AKAN SEPANJANG MASA"

Selasa, 26 Mei 2015

Puisi Dan Pizza-Hut



Sungguh persepsi yang keliru jika puisi dianggap suatu karya sastra yang mudah. Terkadang puisi itu sering dianggap mengindah-indahkan kata, tetapi tidak memiliki makna. Seperti sebuah karya sastra yang gagal. Bahwasannya puisi merupakan suatu karya sastra yang bersifat imajinatif yang diungkapkan oleh seorang penyair melalui perasaannya.
Puisi itu tidak memiliki ciri yang pasti, melainkan hanya perlu diingat saja bahwasannya pada dasarnya bahasa puisi mengandung rima dan kiasan. Ciri puisi juga akan tampak dari wujud puisi tersebut. Para penyair menyampaikan pesan sangat jelas pada puisinya, karena pesan tersebut dituangkan secara tersurat. Di dalam puisi tema serta pesan atau amanat secara langsung tersurat pada larik-larik puisi, namun adajuga yang tersirat atau tersembunyi.
 Puisi dapat diungkapkan dalam pilihan kata yang cermat dan tepat. Serta pembaca harus menafsirkannya berdasarkan pilihan kata yang ditulis penyair. Puisi datang tanpa kita sadari, pergi saat kita mendalami, dan tersirat tanpa dipikirkan. Puisi tidak berbentuk tapi bermakna. Keindahan puisi akan terasa berarti jika puisi dituangkan seorang penyair dan dibacanya. Sehingga para pembaca akan terhanyut pada puisi yang penyair ungkapkan. Penyair menyampaikan pesan atau amanat melalui puisinya. Tanpa kita sadari puisi selalu ada pada setiap aktivitas kita. Keseharian yang kita yang hadapi.
Dalam puisi terdapat berbagai unsur yakni adanya rima, ritme, nada, suasana dan diksi. Menurut saya puisi itu seperti makanan, yang berbentuk pizza, pizza-hut. Selalu berbagi bersama. Pizza-hut memiliki banyak toping yang berbeda-beda yaitu seperti daging, jamur, paprika, dan cumi-cumi. Pandangan orang itu berbeda mengenai puisi, tapi menurut saya puisi merupakan tempat berbagi cerita disaat saya ceria, merana, marah dan gelisah. Puisi tanpa adanya sebuah diksi dan rima maka puisi tersebut tidak akan mempunyai makna kata yang indah. Seperti halnya pizza jika tanpa toping didalamnya pizza itu akan kurang terasa nikmat. Melainkan hambar.
 Saat kita makan pizza bertoping daging suasana ini menjadi ceria. Ceria itu sederhana, muncul dikala saya sedang mendapatkan suatu kebahagiaan, kebahagiaan yang tidak bisa diungkapkan dengan luapan emosi semata. Melainkan sebuah simbol. Tapi ketika makan jamur hati ini terasa pahit, kepahitan akan suatu kehidupan yang kita jalani, kepahitan itu muncul karena adanya sebuah keraguan. Keraguan akan sebuah kerinduan. Kerinduan yang begitu dalam yang sulit ku sampaikan pada seseorang yang aku harapkan. Pahit manisnya kehidupan yang selama ini saya lewati kujadikan sebuah pelajaran dalam hidup ini.
Tapi jika makan yang satu ini, suasana ini akan terasa panas. Yakni paprika, paprika disimbolkan dengan suatu kemarahan. Seperti halnya puisi yang menceritakan akan suatu kebencian yang penyair ungkapkan. Kebencian itu terjadi dikala kita sedang dilanda suatu permasalahan yang kita hadapi. Seperti halnya cumi-cumi selalu mengeluarkan tinta yang disimbolkan dengan sebuah kegelisahan. Kegelisahan karena adanya kebimbangan dalam mengambil suatu keputusan. Labil dalam menghadapi suatu permasalahan. Masalah-masalah seperti itu dapat kita jadikan sebagai suatu puisi. Puisi itu unik terdapat bermacam-macam puisi. Tinta-tinta itu ku tulis dalam sebuah kata-kata yang menjadi puisi.
Puisi itu tercipta dengan cara penyair meluapkan dan memahami diri melalui segudang kisah nyata yang dialami. Goresan tinta yang bergoyang menari-nari diatas selembar kertas, menuliskan semua cerita hati. Puisi bisa menjadi teman setiaku dikala aku sedang merasakan sesuatu yang tak mampu aku utarakan melalui suara melainkan melalui isi hati yang menjadi sebuah tulisan yang berarti.
Jika disimpulkan puisi merupakan sebuah karya sastra yang bersifat imajinatif yang diungkapkan oleh seorang penyair melalui perasaan yang dialaminya. Puisi itu terdapat dalam kehidupan sehari-hari yang kita alami. Kita dapat mengungkapkan apa saja melalui puisi. Puisi akan datang tanpa kita sadari. Seperti halnya apa yang kita lihat, alami, dan dirasakan itu akan menjadi sebuah puisi.

Kemelut Cinta


Indah..
Sungguh indah cinta yang tercipta
Untukku..yang datang bersama warna-warni pelangi
Di atas langit yang berhamburan cahaya
Kabut kemelut cinta
Kujalani cinta yang harmoni
Tanpa hirauan angin menembus pipi
Merasuk tiada henti
Yang kututup pada daun telinga ini

Tak kusadari ...
Habis kikislah mawar berduri
Melayang di awan hitam yang sepi
Terbawa arus yang sikut sili berganti
            Puisi diatas tentunya memiliki makna yang tersirat dalam diri penulis, telah tersampaikan berbagai luapan perasaan yang hadir menjadi sebuah bentuk tulisan yang berharga setiap katanya. Puisi diatas termasuk puisi lirik yang berarti puisi yang berupaya menyuarakan pikiran dan perasaan pribadi pengarang / penyairnya, nah disini saya sebagai penulis puisi yang berusaha menciptakan suasana hati yang dapat melenyapkan kerinduan yang tertunda.
            Puisi itu bercerita tentang bagaimana seorang itu bisa menggunakan kesetiaannya tanpa menghiraukan apapun yang membuatnya menghapus jejak cintanya. Puisi ini memiliki pesan yang sebagian tersembunyi sehingga pembaca dapat merasa penasaran apa yang sebenarnya dirasakan oleh sipengarang/penyair. Puisi ini berawal dari kisah seorang yang begitu polos akan dunia cinta yang banyak sekali orang bergelut didalamnya. Yang kemudian ia mengalaminya sendiri dan mengetahui putih hitam yang bergejolak dalam fikirnya. Lalu timbul rasa rindu setelah sekian lama ia terpisah jauh dengan kekasihnya itu dan ia tak tahu akan bejalan sampai manakah perjalanan cintanya yang tak ingin ia hancurkan.
            Pengertian seseorang dan penafsiran puisi itu selalu lahir dari pandangan yang berbeda-beda atas makna yang timbul. Namun kita lihat bagaimana ia menyesuaikan isi dan tafsiran makna yang ada dalam puisi itu, dan bukan hal yang biasa jika sebenarnya menulis puisi itu bukan hal mudah, dengan susunan kata-kata yang berirama dan rima membutuhkan ide yang ekstra imaji dari pandangan kita.
            Puisi bisa lahir dari orang-orang yang bergelut dalam percintaan yang tak pernah lepas dari perasaan bimbang, sedih, bahagia, dan kerinduan yang selalu menyapa hari-harinya dikala cinta itu berjarak. Bukan satu atau dua orang yang terlibat dalam hal puisi sehingga puisi yang beragam akan menjadi kesatuan kata yang memiliki keindahan makna sehingga ia merasakan sendiri akan puitisnya kata yang dilontarkan kedalam sebuah tulisan.
            Dikatakan seseorang itu berhasil menulis puisi, bukan ia berhasil mengumpulkan kata-kata namun ia mampu bermain kata, bermain hati dan perasaan yang berbaur dengan permainan kata berirama dan bermajas. Puisi lahir dari berbagai sudut pandang seseorang mengenai apa saja yang menjadi sumber tulisan dalam sebuah puisi baik itu pengalaman, maupun kenyataan yang ada selama ia merasakan keadaan sebenarnya.

Puisi Dan Kerinduan



            Puisi merupakan karya sastra seni tertulis yang menggunakan bahasa dengan kualitas estetik dan arti semantik yang terkandung dalam penyusunan kata demi kata, baris dan baitnya. Puisi dikatakan sebagai perwujudan imajinasi manusia yang menjadi sumber segala kreatifitas yang lahir dari suatu pemikiran atas tragedi atau kejadian disekitarnya.
            Dan kita selaku penulis puisi yang selalu memiliki alasan untuk segala keanehan yang diciptakan, tanpa memabatasi keinginan kita dalam menciptakan sebuah puisi. Pusi lahir ketika seseorang merasakan adanya dorongan dalam diri yang muncul seketika dan tersirat dalam keadaan hati yang berbaur rasa. Seperti halnya pahit manisnya akan kehidupan yang tak jauh pasti dengan keadaan sebenarnya, sehingga kita mampu mencurahkan isi hati dan meluapkannya ke dalam sebuah rangkaian kata yang memiliki nilai-nilai keindahan dan makna yang berarti.
`           Bagaimana puisi itu tercipta ? maka hanya penulislah sebagai penyair yang mampu ia luapkan dan memahami diri melalui segudang kisah dalam selembar daun, penuh dengan liku-liku goresan tinta yang bergoyang menari-nari melukiskan keadaan hati. Puisi bisa menjadi teman setiaku dikala aku merasakan sesuatu yang tak mampu aku utarakan melalui suara dari ucap mulut. Tapi aku mampu curahkan itu kedalam sebuah tulisan yang terasa mudah aku ungkapkan dengan tenggelam ke dalam lautan kata-kata. Dikala aku merasakan kerinduan yang begitu dalam yang sulit aku sampaikan pada seseorang yang aku harapkan.
            Rasa kerinduan yang tak bisa tertahan kini membawaku terjun ke dasar kertas putih yang sepi akan keramaian tinta, aku mulai berlaga akan kata membolak-balikan apa yang sesungguhnya ada dalam fikiran, dan jadilah puisi kerinduan yang bisa mewakili apa yang dirasakan.Puisi itu kutuliskan ...