Tampilkan postingan dengan label Makalah Agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makalah Agama. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Juli 2015

Contoh Makalah Agama Bab I tentang Iptek Menurut Kajian Islam


BAB I
PENDAHULUAN

1.        Latar Belakang
                 Perkembangan Sains dan Teknologi di zaman ini semakin terasa pesat dan diperlukan manusia. Manusia modern sudah sangat bergantung kepada produk-produk sains dan teknologi. Sukar untuk dibayangkan manusia modern hidup tanpa menggunakan produk-produk sains dan teknologi. Keperluan hidup harian manusia modern mulai dari makan, minum, tidur, tempat tinggal, tempat bekerja, alat-alat transportasi, sampai alat-alat komunikasi, alat-alat hiburan,kesehatan dan semua aspek kehidupan manusia tidak terlepas daripada menggunakan produk sains dan teknologi.
Kita mengakui bahwa sains dan teknologi memang telah mengambil peranan penting dalam pembangunan tamadun atau peradaban material manusia. Penemuan-penemuan sains dan teknologi telah memberikan bermacam-macam kemudahan pada manusia. Alasan inilah yang melatar belakangi kami untuk menulis makalah berjudul seni dan iptek menurut kajian islam. Makalahini kami buat dalam rangka memenuhi tugas dari dosen mata kuliah Agama dan Etika Islam kami. Untuk penjelasan lebih lanjut akan kami bahas dalam bab-bab selanjutnya.

2.       Tujuan
Makalah ini ditujukan untuk melengkapi tugas Agama Islam agar pembaca mengetahui tentang teknologi menurut Islam dan mengkaji lebih lanjut masalah yang penulis angkat

3.        Ruang Lingkup Kajian
Makalah ini kajiannya meliputi definisi teknologi secara umum, lalu dihubungankan dengan syariah Islam dan sebagai contohnya, penulis mengangkat HAARP (High Frequency Active Auroral Research Program) sebagai contoh masalah yang diangkat.

Contoh Makalah Agama Bab II tentang Iptek Menurut Kajian Islam


BAB II
DEFINISI TEKNOLOGI

1.             Teknologi
1.1       Makna Kata “Teknologi”
·         Teknologi adalah ; 1) Ilmu yang menyelidiki cara- cara kerja di dalam tehnik 2) Ilmu pengetahuan yang digunakan dalam pabrik- pabrik dan industri- industri (Harahap, Poerbahawadja, 1982 : 1357).
·         Teknologi adalah cabang ilmu pengetahuan yang berkenaan dengan industri bangunan, mesin- mesin dan sebagainya ( Salim, 1985 : 2015).
·         Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1990 : 1158) Teknologi adalah ; 1) Metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis ilmu pengetahuan terapan 2) Keseluruhan sarana untuk menyediakan barang- barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.
·         Menurut Rogers (dalam Seels, Richey, 1994 : 12) Teknologi adalah suatu rancangan langkah instrumental untuk memperkecil keraguan mengenai hubungan sebab akibat dalam mencapai hasil yang diharapkan.
·         Teknologi adalah ilmu pengetahuan mengenai pembangunan dan industri (Saliman, Sudarsono, 1993 : 216).
·         Dari Wikipedia, Teknologi adalah pengembangan dan aplikasi dari alat, mesin, material dan proses yang menolong manusia menyelesaikan masalahnya. Sebagai aktivitas manusia, teknologi mulai sebelum sains dan teknik.
·         Dalam Random House Dictionary seperti dikutip Naisbitt (2002 : 46) Teknologi adalah sebagai benda, sebuah obyek, bahan dan wujud yang jelas- jelas berbeda dengan manusia.
·         Menurut Iskandar Alisyahbana seperti dikutip Yusufhadi Miarso (2007 : 131), teknologi adalah cara melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan bantuan alat dan akal, sehingga seakan-akan memperpanjang, memperkuat, atau mebuat lebih ampuh anggota tubuh, pancaindra, dan otak manusia.
·         Menurut Ellul dalam Miarso (2007 : 131), Teknologi adalah keseluruhan metode yang secara rasional mengarah dan memiliki ciri efisiensi dalam setiap bidang kegiatan manusia.
·         Menurut Miarso (2007 : 62) teknologi adalah proses yang meningkatkan nilai tambah, proses tersebut menggunakan atau menghasilkan suatu produk , produk yang dihasilkan tidak terpisah dari produk lain yang telah ada, dan karena itu menjadi bagian integral dari suatu sistem.

2.                           Definisi Teknologi
Teknologi atau pertukangan memiliki lebih dari satu definisi. Salah satunya adalah pengembangan dan aplikasi dari alat, mesin, materialdan prosesyang menolong manusiamenyelesaikan masalahnya. Sebagai aktivitas manusia, teknologi mulai dikenal sebelum sains dan teknik.
Teknologi dibuat atas dasar ilmu pengetahuan dengan tujuan untuk mempermudah pekerjaan manusia, namun jika pada kenyataannya teknologi malah mempersulit, layakkah disebut Ilmu Pengetahuan?
Kata teknologi sering menggambarkan penemuan dan alat yang menggunakan prinsip dan proses penemuan saintifik yang baru ditemukan. Meskipun demikian, penemuanyang sangat lama seperti roda juga disebut sebuah teknologi. Teknologi didefinisikan sebagai paduan sempurna antara ilmu (science), rekayasa (engineering), seni (art), dan ekonomi.
Dalam dunia ekonomi, teknologi dilihat dari status pengetahuankita yang sekarang dalam bagaimana menggabungkan sumber daya untuk memproduksi produk yang diinginkan( dan pengetahuan kita tentang apa yang bisa diproduksi). Oleh karena itu, kita dapat melihat perubahan teknologi pada saat pengetahuan teknik kita meningkat.

3.                           Teknologi Menurut Islam
Islam, agama yang sesuai dengan fitrah semula jadi manusia,maka syariatnya bukan saja mendorong manusia untuk mempelajari sains dan teknologi, kemudian membangun dan membina peradaban, bahkan mengatur umatnya ke arah itu agar selamat dan menyelamatkan baik di dunia terlebih lagi di akhirat kelak.
Ilmu sangat penting dalam kehidupan. Rasulullah pernah bersabda bahwa untuk hidup bahagia di dunia inimanusia memerlukan ilmu dan untuk hidup bahagia di akhirat punmanusia memerlukan ilmu. Untuk bahagia di dunia dan di akhirat,manusia juga memerlukan ilmu. Jadi kita mesti menuntut ilmu, baikilmu untuk keselamatan dunia, terlebih lagi ilmu yang membawakebahagiaan di akhirat. Atas dasar itulah Islam mewajibkan menuntutilmu ini.
Bahkan dalam Islam menuntut ilmu itu dilakukan tanpa batasan atau jangka waktu tertentu, ia mesti dilakukan sejak dalam buaian hingga ke liang lahad.
Pesatnya perkembangan Sains dan Teknologi semakin terasa dari hari ke hari. Banyak hasil dari perkembangan Sains dan Teknologi yang tadinya diluar angan-angan manusia sudah menjadi keperluan harian manusia. Contohnya : penyampaian informasi yang dahulu memerlukan waktu hingga berbulan-bulan, kini dengan adanya telpon, hand phone, faksimili, internet, dapat sampai ke tujuan hanya dalam beberapa detik saja, bahkan pada masa yang (hampir) bersamaan. Melalui TV, satelit dan alat komunikasi canggih lainnya, kejadian di satu tempat di permukaan bumi atau di angkasa dekat permukaan bumi dapat diketahui oleh umat manusia di seluruh duniadalam masa yang bersamaan. Selain dalam bidang komunikasi,perkembangan dalam bidang lainpun seperti material, alat-alat transportasi, alat-alat rumah tangga, bioteknologi, kedokteran dan lainlain begitu maju dengan pesat. Kita mengakui bahwa sains dan teknologi memang telah mengambil peranan penting dalam pembangunan peradaban material atau lahiriah manusia.
Allah berfirman dalam Al Qur’an yang maksudnya :
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi sertasilih bergantinya malam dan siang, terdapat tanda-tanda(Kebesaran Allah) bagi kalangan ulul albab. Yaitu merekayang hatinya selalu bersama Allah di waktu berdiri, dudukdan dalam keadaan berbaring dan memikirkan tentangpenciptaan langit dan bumi (seraya berkata), Ya Tuhan kami,tidaklah Engkau menciptakan ini semua dengan sia-sia,Maha Suci Engkau, maka perliharalah kami dari azabneraka.(QS Al Imron 190-191)

Dari ayat ini dapat kita lihat, bahwa melalui pengamatan, kajian dan pengembangan sains dan teknologi, Allah menghendaki manusia dapat lebih merasakan kebesaran, kehebatan dan keagunganNya.Betapa hebatnya alam ciptaan Allah, yang kebesaran dan keluasannya-pun manusia belum sepenuhnya mengetahui, maka sudah tentu Mahahebat lagi Allah yang menciptakannya.

Contoh Makalah Agama Bab III tentang Iptek Menurut Kajian Islam


BAB III
HIGH  FREQUENCY  ACTIVE  AURORAL  RESEARCH  PROGRAM

1.                  Definisi HAARPT
H.A.A.R.P (High Frequency Active Auroral Research Program) adalah suatu riset yang dilakukan oleh oknum Militer Amerika yang bekerjasama dengan universitas-universitas terkemuka serta ahli sains dunia dengan tujuan untuk lebih maju dalam mempelajari properti fisik dan elektrik bumi kita ini. Tujuan jangka panjang adalah untuk dapat digunakan dalam memudahkan komunikasi (militer), juga untuk menangkal rudal (ancaman nuklir) yang mengarah ke tujuan tertentu dengan mengganggu komunikasi radarnya, sehingga dapat membuat rudal meleset dari sasaran. Tapi selain itu, HAARP juga dapat mengatur cuaca melalui ionosphere, seperti membuat hujan, badai, tsunami, dan masih banyak yang belum diketahui.
Dikatakan bahwa proyek ini mirip dengan beberapa pemanas ionospheric yang tersebar di seluruh dunia dan memiliki bagian besar diagnostik instrumen yang memfasilitasi penggunaannya untuk meningkatkan pemahaman ilmiah yg berkenaan dengan ionosfir dinamika. Walaupun ditakutkan akan digunakan sebagai senjata pemusnah massal, ilmuwan yang terlibat dalam aeronomy, ruang sains, atau fisika plasma mengabaikan ketakutan ini sebagai teori yang tak berdasar.
Apakah Ionosphere itu? adalah bagian teratas dan terpenting dalam atmosfer bumi kita... Ionosphere sangat penting karena dapat menyaring radiasi cahaya matahari agar tidak langsung jatuh ke bumi.
Ionosphere berperan dalam mengatur kadar kelistrikan dalam atmosfer dan membentuk inti dari tepi magnetosphere.Ionosphere juga memiliki kegunaan lain bagi manusia, yaitu mempengaruhi gelombang penyiaran radio jauh dari tempat-tempat yang ada di Bumi.
Pada tahun 2008, HAARP telah dikeluarkan sekitar $ 250 juta dalam konstruksi yang didanai pajak dan biaya operasional.
HAARP adalah sebuah radio yang disponsori Pentagon proyek fisika, secara resmi dimaksudkan untuk memperluas pengetahuan tentang sifat jangka panjang dan pengawasan komunikasi radio menggunakan berfluktuasi Ionosfer (bagian dari atmosfer atas memanjang 35-500 kilometer di atas permukaan bumi).
Menurut John L. Heckscher Philips Hanscom Laboratory di Air Force Base, potensi aplikasi militer dari penelitian HAARP termasuk Departemen Pertahanan mengembangkan teknologi untuk mendeteksi rudal jelajah dan berkomunikasi dengan kapal selam. "Meskipun HAARP sedang dikelola oleh Angkatan Udara dan Angkatan Laut itu adalah murni fasilitas ilmiah yang tidak menimbulkan ancaman bagi calon lawan dan tidak mempunyai nilai sebagai sasaran militer," katanya. Tapi hanya mengumumkan bagian. The HAARP juga memiliki agenda rahasia, mengejar tujuan-tujuan militer lebih eksotis, seperti lokasi pabrik-pabrik senjata terkubur ribuan mil jauhnya, dan bahkan mengubah kondisi cuaca lokal di atas wilayah musuh.
Sebuah dokumen internal 1990 diperoleh dengan Sains Populer mengatakan program-program di atas-semua Tujuannya adalah untuk "mengendalikan proses ionosfer sedemikian rupa untuk lebih meningkatkan kinerja komando militer, kontrol, dan sistem komunikasi." Ini memberikan gambaran mengenai aplikasi berikut:
Menyuntikkan energi radio frekuensi tinggi ke ionosfer untuk membuat besar, frekuensi sangat rendah (ELF) virtual antena digunakan untuk menembus bumi tomografi - mengintip jauh di bawah permukaan tanah dengan mengumpulkan dan menganalisis gelombang ELF tercermin turun dari atas.
Pemanasan daerah di bawah dan atas ionosfer untuk membentuk virtual "lensa" dan "cermin" yang dapat mencerminkan berbagai frekuensi radio jauh di atas cakrawala diam-diam untuk mendeteksi rudal jelajah dan pesawat. (Elektron suhu berkisar antara -130 ° F hingga 302 ° F yang meluas di empat lapisan 35-500 mil di ketinggian. Heating ionosfer berarti menarik elektron. The HAARP ini diharapkan dapat meningkatkan suhu elektron oleh 40 ° F.)
Membangkitkan ELF gelombang radio di ionosfer untuk berkomunikasi melalui jarak yang cukup jauh dengan tenggelam dalam kapal selam.
Dokumen paten yang diajukan selama penelitian sebelumnya usaha yang berkembang menjadi garis program HAARP aplikasi militer lebih lanjut yg berkenaan dgn ionosfir-teknologi pemanas:
Menciptakan sebuah "penuh perisai global" yang akan menghancurkan rudal balistik oleh overheating sistem bimbingan elektronik mereka saat mereka terbang melalui energi radio yang kuat lapangan.
Membedakan hulu ledak nuklir dari umpan dengan merasakan unsur komposisi mereka.  Memanipulasi kondisi cuaca lokal.  Sebuah versi lebih kuat dari HAARP dapat menciptakan perisai global yang akan meliputi bumi, atau hulu ledak rudal melewati perisai akan meledak.


2.                  Cara Kerja HAARPT
Cara kerja HAARPadalah dengan memanaskan ionosphere yang ada di langit. Hal ini dapat memanipulasi keadaan langit disekitarnya, sehingga pada masa percobaan dapat terjadi suatu hal yang tidak diinginkan misalnya terjadi badai, gempa bumi, gangguan sinyal dan lain-lain.
Caranya dengan menentukan satu titik lokasi ionosphere yang akan dipanaskan, lalu tekanan yang berada di atmosfer juga akan naik. Maka tekanan yang terbentuk dikumpulkan di satu titik dan terbentuklah manipulasi jetstream (arus jet).
Tapi HAARP belum sempurna dan masih dalam tahap pengetesan (di seluruh dunia). Dicurigai HAARP sudah dalam tahap beta pada tahun 2004, ini terbukti ketika batasan badai tornado yang terjadi dalam satu tahun dilanggar oleh alam. Jika satu tahun batas maksimal badai hanya terjadi 4 kali, tahun 2004 terjadi sebanyak 6 kali... Bukti lain adalah ketidakstabilan cuaca ekstrim, yang telah rusak di setiap wilayah utama di Dunia selama beberapa tahun terakhir. Badai dan badai tropis telah melanda Karibia... Belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah badai di Karibia, pulau Grenada benar-benar hancur: 37 orang meninggal dan sekitar dua pertiga dari pulau ini 100.000 jiwa telah kehilangan tempat tinggal; di Haiti, lebih dari dua ribu orang meninggal dan puluhan ribu orang kehilangan tempat tinggal.
Asia Tengah dan Timur Tengah dilanda kekeringan. Afrika Barat menghadapi kawanan belalang terbesar di lebih dari satu dekade. Empat badai merusak dan hujan badai tropis Alex, Ivan, Frances, Charley dan Jeanne telah terjadi secara berurutan, dalam waktu singkat.
Republik Dominika, Jamaika, Kuba, Bahama dan Florida juga telah hancur. Di Amerika Serikat, kerusakan di beberapa negara bagian Selatan termasuk Florida, Alabama, Georgia, Mississippi dan Carolina merupakan yang tertinggi dalam sejarah AS.

3.                  Dampak yang Ditimbulkan
H.A.A.R.P sendiri terletak di Alaska, Amerika Serikat. Lebih tepatnya lagi HAARP berada di Gakona, Alaska  yang terletak di barat Taman Nasional Wrangell-Saint Elias (use google earth ).
Dampak lingkungan yang disebabkan HAARP memicu pernyataan izin untuk array hingga 180 antena yang akan didirikan. HAARP telah dibangun sebelumnya di situs instalasi radar yang bernama over-the-horizon.
HAARP atau High Frequency Active Auroral Research Program adalah sebuah sistem yang bisa menimbulkan perubahan iklim yang drastis dan ganas. Pusat penelitian HAARP berada di Alaska yang diarahkan pada rekonfigurasi lapisan yang menyelubungi bumi, ionosfer untuk meningkatkan komunikasi satelit.
Kecurigaan bahwa AS sedang mengembangkan senjata “perusak lingkungan” bukan tanpa alasan karena mantan Menteri Pertahanan AS William Cohen pada tahun 1997 pernah mengungkapkan kekhawatirannya terhadap negara-negara yang mengembangkan senjata “teroris” yang bisa mengubah kondisi iklim, menimbulkan gempa bumi, gunung meletus dan sejenisnya dengan menggunakan gelombang elektromagnetik.
Gempa di Chile juga dipergunjingkan oleh media yang kritis kepada AS, juga akibat teknologi HAARP. Chile, demikian menurut berita itu, punya cadangan minyak yang sangat besar, Karena itulah gempa dibuat di kawasan itu sehingga AS akan masuk dibuktikan dengan masuknya tentara AS, dan kemudian akan mengambil cadangan minyak itu. (Satwiko Rumekso)

Contoh Makalah Agama Bab IV tentang Iptek Menurut Kajian Islam


BAB IV
PENUTUP


1.                  Kesimpulan
Teknologi dibuat atas dasar ilmu pengetahuan dengan tujuan untuk mempermudah pekerjaan manusia. Pada mulanya, teknologi tercipta berdasarkan niat dan tujuan dari si pencipta teknologi tersebut. Bila sebuah teknologi dapat diciptakan dengan tujuan yang baik, maka tidak akan menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan sekitar. Sehingga teknologi tersebut dapat bermanfaat bagi para penggunanya. Dalam penggunaan berbagai macam teknologi yang ada, harus mampu dalam menganalisis dampak positif dan dampak negatif yang ditimbulkan dari teknologi tersebut.

2.                  Saran
  • Dalam penggunaan teknologi dalam bentuk apapun, lebih baik untuk mampu memilah nilai positif dan negatif yang diberikan dari teknologi tersebut.
  • Dalam penggunaan teknologi, mampu mengendalikan diri sehingga tidak menimbulkan kerusakan bagi ligkungan sekitar, atau dengan kata lain, lingkungan di mana populasi-populasi berada.
  • Sebagai manusia yang memiliki dasar keimanan terhadap Allah SWT, diharapkan mampu memanfaatkan teknologi sesuai dengan koridor-koridor Islam, sehingga tidak menjadi suatu yang mudharat.
  • Dalam suatu penciptaan sebuah teknologi, lebih baik tidak ada sesuatu yang disembunyikan dalam segala sesuatu tentang teknologi tersebut. Baik dari segi proses penciptaannya, tujuan penciptaannya, dan lain sebagainya.

Contoh Makalah Agama Bab II tentang Tasawuf Falsafi, Tokoh Dan Pemikirannya


BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Tasawuf Falsafi
Tasawuf falsafi adalah tasawuf yang ajaran-ajarannya memadukan antara visi mistis dan visi rasional pengasasnya. Berbeda dengan tasawuf akhlaqi, tasawuf falsafi menggunakan terminologi filosofis dalam pengungkapannya. Menurut at-Taftazani, tasawuf falsafi muncul dengan jelas dalam khazanah Islam sejak abad keenam hijriyah, meskipun tokohnya baru dikenal seabad kemudian.
Tasawuf falsafi tidak bisa hanya dipandang sebagai filsafat karena ajaran dan metodenya didasarkan pada rasa (dzauq), tetapi tidak dapat pula dikategorikan sebagai tasawuf dalam pengertian yang murni, karena ajarannya sering diungkapkan dalam bahasa filsafat dan lebih berorientasi pada panteisme.
Dalam tasawuf falsafi, terdapat pemikiran-pemikiran mengenai bersatunya Tuhan dengan makhluknya, setidaknya terdapat beberapa term yang telah masyhur yaitu:
1)   Hulul, merupakan salah satu konsep di dalam tasawuf falsafi yang berimplikasi kepada bersemayamnya sifat-sifat ke-Tuhanan ke dalam diri manusia. Paham hulul ini disusun oleh Al-Hallaj.
2)   Wahdah Al-wujud, dapat berarti penyatuan eksistensi atau penyatuan dzat. Sehingga yang ada atau segala yang wujud adalah Tuhan.
3)   Ittihad, kata ini berasal dari kata wahd atau wahdah yang berarti satu atau tunggal. Jadi ittihad artinya bersatunya manusia dengan Tuhan, berdasarkan keyakinan bahwa manusia adalah pancaran Nur Illahi. Tokoh pembawa faham ittihad adalah Abu Yazid Al-Busthami.
Itulah kaum sufi falsafi, mereka meyakini bahwasannya alam semesta hanyalah bayangan fatamorgana dan biasan dari zat Allah. Semua yang ada adalah wujud Allah & jelmaan Allah. Jika demikian faktanya, seyogyanya kita merenungi sebuah riwayat, ketika Rasulullah saw. memarahi Umar Ibn al-Khattab ra karena kedapatan membawa sobekan taurat, Rasulullah  bersabda:

Ù…َا Ù‡َذَا Ø£َÙ„َÙ…ْ آتِ بِهاَ بَÙŠْضَاءَ Ù†َÙ‚ِÙŠَّØ©ً؟ Ù„َÙˆْ Ø£َدْرَÙƒَÙ†ِÙŠ Ø£َØ®ِÙŠ Ù…ُوسَÙ‰ Ø­َÙŠًّا Ù…َا ÙˆَسِعَÙ‡ُ Ø¥ِلاَّ اتِّبَاعِÙŠ

“Apa yang kamu bawa ini, bukankah aku telah membawa (al-Qur’an) yang jelas dan jernih? Kalau seandainya saudaraku Musa as. hidup pada zamanku, tentu beliau tidak akan susah-susah lagi, kecuali mengikutiku.” (HR. Al-Amidi)
 
Dalam hadits ini dapat dipahami, umat Muhammad saw wajib mengikuti tuntunan Rasulullah saw dan al-Quran. Artinya umat Islam dilarang mengambil sumber pemikiran dari peradaban lain jika perkara tersebut sudah terdapat dalam sumber hukum Islam. Karena itu, dari aspek sumber pemikiran, tasawuf falsafi seringkali dianggap melakukan kesalahan, karena mengambil sumber teori tasawuf dari filsafat non-islam, meskipun para tokohnya  pada akhirnya selalu mencoba menjustifikasi teori falsafinya dengan dalil qur`an atau hadits.

Contoh Makalah Agama Bab I tentang Tasawuf Falsafi, Tokoh Dan Pemikirannya


BAB I
PENDAHULUAN

Tasawuf terbagi menjadi beberapa aliran, seperti tasawuf akhlaqi, tasawuf irfani dan tasawuf falsafi. Adapula yang membagi tasawuf ke dalam tasawuf ‘Amali, tasawuf Falsafi dan tasawuf ‘Ilmi. Akan tetapi dalam makalah kecil ini hanya akan dibahas secara lebih khusus mengenai tasawuf  falsafi saja.
Tasawuf Falsafi adalah tasawuf yang kaya dengan pemikiran-pemikiran filsafat, sehingga dalam konsep-konsep tasawuf falsafi lebih mengedepankan asas rasio dengan pendekatan-pendekatan filosofis yang sulit diaplikasikan ke dalam kehidupan sehari-hari.Perenungan ketuhanan kelompok sufi dapat dikatakan sebagai reaksi terhadap corak pemikiran teologis pada masa itu. Di sisi lain, para filosof yang bertujuan menjembatani antara agama dengan filsafat, terpaksa menjustifikasi pemikiran-pemikiran mereka dengan al-qur`an dan al-hadits.
Oleh karena itu, penulis memandang perlu mempelajari aliran ini sebagai sebuah perbandingan dengan aliran filsafat lainnya, dengan harapan dapat menemukan kebenaran mengenai tasawuf yang paling sesuai dengan syari`at Islam. Adapun masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah:
1.    Apakah pengertian tasawuf falsafi?
2.    Siapakah tokoh-tokohnya yang terkenal beserta gagasan-gagasan mereka mengenai tasawuf falsafi?

Contoh Makalah Agama Bab III tentang Tasawuf Falsafi, Tokoh Dan Pemikirannya


BAB III
KESIMPULAN

Tasawuf falsafi menurut At-Taftazani muncul dengan jelas dalam khazanah islam abad ke-6 hijriyah meskipun para tokohnya baru dikenal seabad kemudian. Tasawuf falsafi adalah tasawuf yang ajaran-ajarannya yang menggunakan terminologi filosofis dalam pengungkapannya serta berasal dari bermacam-macam ajaran filsafat yang telah mempengaruhi para tokohnya. Tasawuf falsafi adalah sebuah konsep ajaran tasawuf yang mengenal tuhan (ma’rifat) dengan pendekatan rasio (filsafat) hingga menuju ketingkatan tasawuf yang lebih tinggi, bukan hanya mengenal tuhan saja (ma’rifatullah) melainkan yang lebih tinggi dari itu yaitu Wahdatul Wujud (kesatuan wujud). Bisa juga dikatakan tasawuf falsafi yakni tasawuf yang kaya dengan pemikiran-pemikiran filsafat.

Contoh Makalah Agama Islam tentang Peran Madrasah Dalam Pendidikan Islam


A.      PENDAHULUAN
Pendidikan Islam mempunyai sejarah yang penting. perkembangan dan pertumbuhan pendidikan Islam ada dengan sendirinya seiring Islam berkembang. Pada umumnya pendidikan merupakan hal yang penting dalam kehidupan manusia. Karena pada dasarnya pendidikan jika dilihat dari fungsinya ialah ingin membentuk insan kamil, yang berakhlak mulia dan berbudi pekerti yang baik, demi tercapainya kehidupan yang bahagia, baik kehidupan dunia maupun kehidupan akhirat.
Sedangkan pertumbuhan dan perkembangan pendidikan dari masa kemasa yang terus mengalami perubahan yang sangat dinamis, perlu diimbangi dengan peran lembaga pendidikan Islam dalam upaya peningkatan mutu pendidikan dalam berbagai hal, seperti aspek kurikulum dan metodologi pembelajaran, peningkatan pendidik dan lain sebagainya.
Dalam hal ini, peran lembaga pendidikan Islam yang mana salah satunya adalah madrasah harus bisa mengimbangi semua hal itu dan dapat mengarahkan peserta didiknya agar dalam keluarannya nanti bisa bersaing dengan negara lain dan tidak kalah dalam hal pengetahuan dan teknologinya, tanpa meninggalkan jiwa dan karateristik Islami dalam kehidupannya.
Oleh karena itu, peran madrasah dalam pendidikan Islam sangat penting, guna mencetak generasi muda yang berprestasi dan berdaya saing, bermanfaat bagi agama, negara dan masyarakat pada umumnya. Maka, dalam makalah ini penulis bermaksud membahas lebih jauh lagi peran madrasah dalam pendidikan Islam.

B.       RUMUSAN MASALAH
Dari sedidkit uraian di atas penulis bermaksud ingin membahas permasalahan, diantara:
1.      Pengertian madrasah dan karakteristiknya ?
2.      Bagaimanakah peran madrasah dalam pendidikan Islam ?

C.      PEMBAHASAN
1.    Pengertian Madrasah serta Karakteristiknya
Madrasah berasal dari bahasa arab yang merupakan bentuk kata “keterangan tempat” dari akar kata “darasa”. Secara harfiah “madrasah” diartikan sebagai “tempat belajar para pelajar”, atau “tempat untuk memberikan”. Dari akar kata “darasa” juga biasa diturunkan kata “madras” yang mempunyai arti “buku yang dipelajari” atau “tempat belajar”, kata “al-midras” juga diartikan sebagai “rumah untuk mempelajari kitab taurat”.
Kata “madrasah” jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia memiliki arti “sekolah” kendati pada mulanya kata itu sendiri bukan dari bahasa Indonesia, melainkan dari bahasa asing, yaitu School atau Scola.
Secara teknis, dalam proses belajar mengajarnya secara formal, madrasah tidak jauh berbeda dengan sekolah, namun di Indonesia tidak lantas difahami sebagai sekolah, melainkan diberikan konotasi yang lebih spesifik lagi, yakni “sekolah agama”, tempat dimana anak didik memperoleh hal ihwal atau seluk beluk agama dan keagamaan (dalam hal ini agama Islam)
Dalam prakteknya memang ada madrasah yang disamping mengajarkan ilmu-ilmu keagamaan (al-‘ulum al-diniyah), juga mengajarkan ilmu-ilmu yang diajarkan di sekolah umum. Selain itu ada madrasah yang hanya mengkhususkan diri pada pelajaran ilmu-ilmu agama, atau bisa disebut madrasah diniyah.
Sedangkan karakteristik madrasah sebagaimana telah dikemukakan, secara harfiah madrasah bisa diartikan dengan sekolah, dan secar teknis keduanya memiliki kesamaan, yaitu sebagai tempat berlangsungnya proses belajar mengajar secara formal. Namun demikian Karel Steenbrink membedakan madrasah dan sekolah, karena keduanya mempunyai karakteristik atau ciri khas yang berbeda. Madrasah memiliki kurikulum, metode dan cara mengajar sendiri yang berbeda dengan sekolah. Meskipun mengajarkan ilmu pengetahuan umum sebagaimana yang diajarkan disekolah, madrasah memiliki karakter sendiri, yaitu sangat menonjolkan nilai religiousitas masyarakatnya. Semenatara itu sekolah merupakan lembaga pendidikan umum dengan pelajaran universal dan terpengaruh iklim pencerahan barat.
Perbedaan antara keduanya itu dipengaruhi oleh perbedaan tujuan antara keduanya secara historis tujuan dari pendirian madrasah ketika untuk yang pertama kalinya di adopsi di Indonesia adalah untuk mentransmisikan nilai-nilai Islam, selain untuk memenuhi kebutuhan modernisasi pendidikan, sebagai jawaban atau respon dalam menghadapi kolonialisme dan Kristen, disamping untuk mencegah memudarnya semangat keagamaan penduduk sebagai akibat meluasnya pendidikan Belanda itu.
Sedangkan sekolah pertama kalinya dikenalkan oleh pemerintah Belanda pada sekitar dasawarsa 1870-an yang bertujuan untuk menyiapkan calon pegawai pemerintah Kolonial, dengan maksud untuk melestarikan penjajahan. Yang mana dalam lembaga pendidikan Kolonial Belanda itu tidak diajarkan agama sama sekali.
Madrasah di Indonesia secara historis juga memiliki karakter yang populis (merakyat), berbeda dengan madrasah pada masa klasik Islam. Sebagai lembaga pendidikan Islam yang terlahir dari gejala urban atau kota. Madrasah pertama kali didirikan oleh dinasti samaniyyah (204-395 H/819-1005 M) di Naisapur kota yang dikenal sebagi kelahiran madrsah. Dengan inisiatif yang datang dari penguasa ketika itu, maka madrasah tidak kesulitan menyerap hampir segala unsur dan fasilitas modern, seperti bangunan yang permanen, kurikulum yang tertata rapi, pergantian jenjang pendidikan dan tentu saja dana atau anggaran yang dikucurkan oleh pemerintah.
Hal ini berbeda denagn madrasah di Indonesia yang kebanyakan pada mulanya tumbuh dan berkembang atas inisiatif dari tokoh mastarakat yang peduli terhadap pembaharuan pendidikan.
Sebagai lembaga pendidikan swadaya, madrasah menampung aspirasi sosial agama budaya masyarakat yang tinggal di wilayah pedesaan. Dengan hal itu diketahui bahwa masyarakat Indonesia memeiliki komitmen yang tinggi terhadap pendidikan putra-putri mereka.
Kini madrasah dipahami sebagai lembaga pendidikan Islam yang berada dibawah Sitem Pendidikan Nasional dan berada dibawah pembinaan Departemen Agama. Kini lembaga pendidikan madarsah telah tumbuh dan berkembang sehingga merupakan bagian dari budaya indonesia, karena ia tumbuh dan berproses bersama seluruh proses dan perkembangan yang terjadi di dalam masyarakat.

2.    Peran Madrasah Dalam Pendidikan  Islam
Sebagaimana yang telah kita ketahui tujuan didirikannya lembaga pendidikan islam yang tidak lain adalah madrasah untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan pendidikan umum tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam untuk memenuhi kebutuhan modernisasi pendidikan, merupakan suatu upaya untuk mengembangkan sistem pendidikan itu sendiri agar sesuai tuntutan dunia. Namun perlu juga kita ketahui, bahwa dilihat dari perkembangan lembaga-lembaga pendidikan dalam Islam, dapat disimpulkan bahwa madrasah adalah hasil evolusi dari dari masjid-masjid sebagai lembaga pendidikan sebelum berpindah menjadi madrasah.
Madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam mulai didirikan dan bekembang di dunia Islam sekitar abad ke-15 H atau abad  ke-10 M. Ketika penduduk Naisabur mendirikan lembaga pendidikan model madrasah tersebut untuk pertama kalinya.
Lahirnya madrasah-madrasah pada dunia pendidikan Islam pada dasarnya merupakan suatu usaha pengembangan dan penyempurnaan dalam rangka menampung pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan jumlah pelajar yang semakin meningkat dan berlangsung sampai sekarang.  
Sitem pendidikan dan pengajaran di madrasah adalah perpaduan antara sistem pada pondok pesantran dan sistem pada sekolah-sekolah umum yang berlaku pada sekolah modern. Kurikulumnya masih mempertahankan materi agama walaupun presentasinya yang berbeda.
peran madrasah dalam pembangunan, khususnya bidang pendidikan, sangat strategis. Keberadaannya di pelosok-pelosok pemukiman memungkinkan warga menyekolahkan anaknya guna mendapatkan pendidikan. Selain pendidikan formal, madrasah pun memberi bekal pengetahuan agama yang membentuk watak beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Untuk itu, keberadaannya di tengah masyarakat sangat dibutuhkan guna mendukung akselerasi peningkatan kualitas sumberdaya manusia.
Apalagi saat ini madrasah sudah cukup maju dengan melengkapi fasilitasnya sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan zaman, sehingga diharapkan lulusannya mampu bersaing dengan kualitas yang memadai, keberadaan madrasah cukup menarik minat masyarakat untuk memasukkan putra-putrinya mengenyam pendidikan karena sudah menjadi pilihan utama mulai jenjang pendidikan usia dini hingga pendidikan atas, bahkan pendidikan tinggi.
Madarasah selain menjalankan kurikulum nasional juga menambah kurikulum keagamaan dan ketrampilan yang dibutuhkan siswa, yakni dengan melengkapi fasilitas penunjang pendidikan. Tentunya, semua itu untuk mendukung pengembangan pelayanan pendidikan berbasis madrasah yang lebih unggul dan berkualitas.
Sehingga kualitas lulusannya kelak mampu bersaing dalam kompetisi meraih kesempatan yang lebih tinggi lagi, seperti masuk perguruan tinggi ternama ataupun memasuki dunia kerja.
Lahirnya sebagai lembaga pendidikan Islam setidaknya mempunyai beberapa latar belakang, diantaranya:
a.       Sebagai manifestasi dan realisasi pembaharuan sistem pendidikan Islam.
b.      Usaha penyempurnaan terhadap sistem pendidikan yang lebih memungkinkan lulusannya memperoleh kesempatan yang sama dengan sekolah umum, misalnya masalah kesamaan kerja dan peroleh ijazah.
c.       Adanya sikap mental pada segolongan umat Islam, khususnya santri yang terpukau pada barat sebagi sistem pendidikan modern dari hasil akulturasi.
Oleh karena itu, peran madrasah dalam mendidik dan menciptakan manusia yang berakhlak baik dan dapat bersaing dengan dunia yang semakin berkembang dan menjawab tantangan modernisasi ini sangat peting, karena banyak orang tua sekarang hanya melihat dari aspek keluaran yang dapat siap pakai dalam pekerjaan saja dan mengesampingkan pendidikan agama.

D.      KESIMPULAN
Keberadaan madrasah dalam pendidikan Islam mewarnai pengembangan ilmu pengetahuan Islam. Hal ini terbukti dengan banyaknya ilmu pengetahuan yang berkembang baik. Ada juga madrasah yang mengkhususkan diri satu disiplin ilmu tertentu seperti madrasah nahwu, tafsir dan hadits. Dengan demikian madrasah merupakan wadah atau media pengembangan ilmu pengetahuan Islam. Para lulusan yang dihasilkan oleh madrasah turut pula membawa ilmu pengetahuan Islam berkembang. Mereka mengembangkan ilmu-ilmu tersebut dalam karirnya diberbagai lembaga maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
Madarsah adalah lembaga swadaya yang menampung aspirasi sosial agama budaya masyarakat, karena ia tumbuh dan berproses seiring dengan pertumbuhan masyarakat. Sehingga madrasah memiliki ciri khasnya sendiri, yakni sebagai lembaga pendidikan yang membina jiwa agama dan akhlak anak didik, dan hal itulah yang membedakan madrasah dengan sekolah umum.

Contoh Makalah Agama Islam Abstrak tentang Manusia Menurut Tinjauan Islam


ABSTRAK

Makalah ini menjelaskan tentang manusia dalam pandangan islam. Selain itu dicantumkan juga fungsi dan tanggung jawab manusia dalam islam. Dijelaskan dalam makalah ini bahwa manusia merupakan makhluk yang paling mulia dan sangat unik. Manusia dianugerahi berbagai potensi dan  petunjuk kebenaran dalam menjalani kehidupan di dunia dan akhirat. Manusia memiliki  potensi dasar yang pada hakikatnya sangat membedakan manusia dengan makhluk ciptaan Allah lainnya, yaitu nafsu dan akal/pemikiran. Dalam hidup di dunia, manusia diberi tugas kekhalifaan, yaitu tugas kepemimpinan, wakil Allah di muka bumi, serta pengelolaan dan pemeliharaan alam.

Contoh Makalah Agama Islam Bab II tentang Manusia Menurut Tinjauan Islam


BAB II
MANUSIA MENURUT TINJAUAN ISLAM

Manusia merupakan makhluk yang paling mulia di sisi Allah SWT. Manusia memiliki keunikan yang menyebabkannya berbeda dengan makhluk lain. Manusia memiliki jiwa yang bersifat rohaniah, gaib, tidak dapat ditangkap dengan panca indera yang berbeda dengan makhluk lain karena pada manusia terdapat daya berfikir, akal, nafsu, kalbu, dan sebagainya.
1.1     Pengertian Manusia
Pengertian manusia dapat dilihat dari berbagai segi. Secara bahasa manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens”(Latin), yang berarti berpikir, berakal budi atau makhluk yang mampu menguasai makhluk lain. Secara istilah manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah gagasan atau realitas, sebuah kelompok (genus) atau seorang individu. Secara biologi, manusia diartikan sebagai sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi.
          1.1.1    Pengertian manusia menurut para ahli
·      NICOLAUS D. & A. SUDIARJA
Manusia adalah bhineka, tetapi tunggal. Bhineka karena ia adalah jasmani dan rohani akan tetapi tunggal karena jasmani dan rohani merupakan satu barang
·      ABINENO J. I
Manusia adalah "tubuh yang berjiwa" dan bukan "jiwa abadi yang berada atau yang terbungkus dalam tubuh yang fana"
·      UPANISADS
Manusia adalah kombinasi dari unsur-unsur roh (atman), jiwa, pikiran, dan prana ataubadan fisik
·      I WAYAN WATRA
Manusia adalah mahluk yang dinamis dengan trias dinamikanya, yaitu cipta, rasa dan karsa

·      OMAR MOHAMMAD AL-TOUMY AL-SYAIBANY
Manusia adalah mahluk yang paling mulia, manusia adalah mahluk yang berfikir, dan manusia adalah mahluk yang memiliki 3 dimensi (badan, akal, dan ruh), manusia dalam pertumbuhannya dipengaruhi faktor keturunan dan lingkungan.
·      ERBE SENTANU
Manusia adalah mahluk sebaik-baiknya ciptaan-Nya. Bahkan bisa dikatakan bahwa manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna dibandingkan dengan mahluk yang lain
·      PAULA J. C & JANET W. K
Manusia adalah mahluk terbuka, bebas memilih makna dalam situasi, mengemban tanggung jawab atas keputusan yang hidup secara kontinu serta turut menyusun pola berhubungan dan unggul multidimensi dengan berbagai kemungkinanan.
1.1.2    Pengertian manusia menurut agama islam
Dalam Al-Quran manusia dipanggil dengan beberapa istilah, antara lain al-insaan, al-naas, al-abd, dan bani adam dan sebagainya. Al-insaan berarti suka, senang, jinak, ramah, atau makhluk yang sering lupa. Al-naas berarti manusia (jama’). Al-abd berarti manusia sebagai hamba Allah. Bani adam berarti anak-anak Adam karena berasal dari keturunan nabi Adam.
Namun dalam Al-Quran dan Al-Sunnah disebutkan bahwa manusia adalah makhluk yang paling mulia dan memiliki berbagai potensi serta memperoleh petunjuk kebenaran dalam menjalani kehidupan di dunia dan akhirat.
1.2     Penciptaan Manusia dalam Agama Islam
Sebagaimana yang telah Allah firmankan:
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” (At Tin : 5)
Terdapat dua ayat Al Qur’an yang setidaknya dapat mewakili untuk menunjukkan kepada kita bahwa asal kejadian manusia itu dari tanah. Ayat itu adalah dari surat Shad ayat 71 yang artinya “Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah.” dan surat Ash Shaffat ayat 11 yang artinya “Sesungguhnya Kami telah menciptakan mereka dari tanah liat.”
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menentukan tahapan-tahapan penciptaan manusia. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang berbentuk (lain). Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.” (Al Mukminun : 12-14)
“Wahai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka ketahuilah sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang telah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi … .” (Al Hajj : 5)
Ayat-ayat di atas menerangkan tahap-tahap penciptaan manusia dari suatu keadaan kepada keadaan lain, yang menunjukkan akan kesempurnaan kekuasaan-Nya. Begitu pula penggambaran penciptaan nabi Adam yang Allah ciptakan dari suatu saripati yang berasal dari tanah berwarna hitam yang berbau busuk dan diberi bentuk, yang tertera dalam surat Al Hijr ayat 26, “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk.”
Setelah Allah SWT menciptakan nabi Adam dari tanah. Allah ciptakan pula Hawa dari Adam, sebagaimana firman-Nya :
“Dia menciptakan kamu dari seorang diri, kemudian Dia jadikan daripadanya istrinya … .” (Az Zumar : 6)
“Dialah yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan daripadanya Dia menciptakan istrinya, agar dia merasa senang kepadanya… .” (Al A’raf : 189)
Dari Adam dan Hawa ‘Alaihimas Salam inilah terlahir anak-anak manusia di muka bumi dan berketurunan dari air mani yang keluar dari tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan hingga hari kiamat nanti. (Tafsir Ibnu Katsir juz 3 halaman 457)
Allah SWT menempatkan nuthfah (yakni air mani yang terpancar dari laki-laki dan perempuan dan bertemu ketika terjadi jima’) dalam rahim seorang ibu sampai waktu tertentu. Dia Yang Maha Kuasa menjadikan rahim itu sebagai tempat yang aman dan kokoh untuk menyimpan calon manusia. Dia nyatakan dalam firman-Nya :
“Bukankah Kami menciptakan kalian dari air yang hina? Kemudian Kami letakkan dia dalam tempat yang kokoh (rahim) sampai waktu yang ditentukan.” (Al Mursalat : 20-22)
Dari nuthfah, Allah jadikan ‘alaqah yakni segumpal darah beku yang bergantung di dinding rahim. Dari ‘alaqah menjadi mudhghah yakni sepotong daging kecil yang belum memiliki bentuk. Setelah itu dari sepotong daging bakal anak manusia tersebut, Allah Subhanahu wa Ta’ala kemudian membentuknya memiliki kepala, dua tangan, dua kaki dengan tulang-tulang dan urat-uratnya. Lalu Dia menciptakan daging untuk menyelubungi tulang-tulang tersebut agar menjadi kokoh dan kuat. Ditiupkanlah ruh, lalu bergeraklah makhluk tersebut menjadi makhluk baru yang dapat melihat, mendengar, dan meraba. (dapat dilihat keterangan tentang hal ini dalam kitab-kitab tafsir, antara lain dalam Tafsir Ath Thabari, Tafsir Ibnu Katsir, dan lain-lain)
     Dari pembahasan diatas, terdasarlah kita bahwa kita tak patut untuk menyombongkan diri karena kita ini adalah ciptaan yang Maha Kuasa. Ciptaan yang diciptakan dengan sebaik-baiknya. Patutlah kita mensyukurinya dan beribadah kepada-Nya.

1.3     Hakikat Manusia
Manusia dalam pandangan Islam terdiri atas dua unsur, yakni jasmani dan rohani. Jasmani manusia bersifat materi yang berasal dari unsur unsur saripati tanah. Sedangkan roh manusia merupakan substansi immateri berupa ruh. Ruh yang bersifat immateri itu ada dua daya, yaitu daya pikir (akal) yang bersifat di otak, serta daya rasa (kalbu). Keduanya merupakan substansi dari roh manusia.
Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang selalu berkembang dengan pengaruh  lingkungan sekitarnya karena makhluk utuh ini memiliki potensi pokok yang terdiri atas jasmani, akal, dan rohani. Hal lain yang menjadi hakikat manusia adalah mereka berkecenderungan beragam. Sebagai makhluk ciptaan Allah yang memiliki potensi pokok paling banyak, manusia menjadi menarik untuk diteliti. Manusia yang sebagai subjek kajian mengkaji manusia sebagai objek kajiannya dalam hal karya, dampak karya terhadap dirinya sendiri, masyarakat dan lingkungan hidupnya. Namun, sampai sekarang manusia terutama ilmuwan belum mencapai kata sepakat tentang manusia.
Dalam bukunya Man the Unknown, Dr. A. Carrel menjelaskan tentang kesukaran yang dihadapi untuk mengetahui hakikat manusia. Beliau menulis :
Sebenarnya manusia telah mencurahkan perhatian dan usaha yang sangat besar untuk mengetahui dirinya, kendatipun kita memiliki pembendaharaan yang cukup banyak dari hasil penelitian para ilmuwan, filosof, sastrawan, dan para ahli di bidang keruhanian sepanjang masa ini. Tapi kita (manusia) hanya mampu mengetahui dari segi tertentu dari diri kita. Kita tidak mengetahui manusia secara utuh. Yang kita ketahui hanyalah bahwa manusia terdiri dari bagian bagian tertentu, dan ini pun pada hakikatnya dibagi lagi menurut tata cara kita sendiri. Pada hakikatnya, kebanyakan pertanyaan pertanyaan yang diajukan oleh mereka yang mempelajari manusia kepada diri mereka hingga kini masih tetap tanpa jawaban.
Manusia diberi Allah potensi yang sangat tinggi nilainya seperti pemikiran, nafsu, kalbu, jiwa, raga, panca indera. Namun potensi dasar yang membedakan manusia dengan makhluk ciptaan Allah lainnya terutama hewan adalah nafsu dan akal/pemikiran. Manusia memiliki nafsu dan akal, sedangkan binatang hanya memiliki nafsu. Manusia yang cenderung menggunakan nafsu saja atau tidak mempergunakan akal dan berbagai potensi pemberian Allah lainnya secara baik dan benar, maka manusia akan menurunkan derajatnya sendiri menjadi binatang, walaupun Al-Quran tidak menggolongkan manusia ke dalam kelompok binatang seperti yang dinyatakan Allah dalam Al-Quran (Q.S. Al A’raf : 179) :
Mereka (jin dan manusia) punya hati tetapi tidak dipergunakan untuk memahami (ayat ayat Allah), punya mata tetapi tidak dipergunakan untuk melihat (tanda tanda keksuasaan Allah), punya telinga tetap tidak mendengar (ayat ayat Allah). Mereka (manusia) yang seperti itu sama (martabatnya) dengan hewan, bahkan lebih rendah (lagi) dari binatang. 

1.4     Kelebihan Manusia dari Makhluk Lain
Dan sesungguhnya Kami telah memuliakan anak adam (manusia) dan Kami angkut mereka di darat dan di laut, dan Kami melebihkan mereka atas makhluk-makhluk yang Kami ciptakan, dengan kelebihan yang menonjol ( QS. Al Isra 70).
Pada prinsipnya, malaikat adalah makhluk yang mulia. Namun jika manusia beriman dan taat kepada Allah SWT ia bisa melebihi kemuliaan para malaikat. Ada beberapa alasan  yang mendukung pernyataan tsb.
Pertama, Allah SWT memerintahkan kepada malaikat untuk bersyujud (hormat) kepada Adam as. Allah berfirman saat awal penciptaan manusia ;
 “Dan ingatlah ketika Kami berfirman kepada Malaikat, sujudlah kamu kepada adam, maka sujudlah mereka kecuali iblis, ia enggan dan takabur  dan ia adalah termasuk golongan kafir. ( QS. Al Baqarah 34).
Kedua, malaikat tidak bisa menjawab pertanyaan Allah tentang al asma (nama-nama ilmu pengetahuan) sedangkan Adam mampu karena memang diberi ilmu oleh Allah SWT. 
“ Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para malaikat, lalu berfirman, Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang golongan yang benar. Mereka menjawab, Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami katahui selain apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Allah berfirman, Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini. Maka setelah diberitahukannya nama-nama benda itu, Allah berfirman, Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan.” (Q S. Al Baqarah 33)
Ketiga, kepatuhan malaikat kepada Allah SWT karena sudah tabiatnya, sebab malaikat tidak memiliki hawa nafsu sedangkan kepatuhan manusia pada Allah SWT melalui perjuangan yang berat melawan hawa nafsu dan godaan syetan.
Keempat, manusia diberi tugas oleh Allah menjadi khalifah dimuka bumi, “Ingatlah ketika Tuhan mu berfirman kepada para malaikat, : Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah dimuka bumi…”(QS.Al Baqarah 30)
Melihat pembahasan di atas, terlihat bahwa manusia memiliki kelebihan dari makhluk lain. Karena sebagai mana kita ketahui, Allah telah menjadikan manusia sebagai makhluk yang mulia. Atas dasar fakta-fakta di atas, sudah sewajarnyalah, kita sebagai manusia (makhluk ciptaan Allah) senantiasa bersyukur atas karunia dan kasih sayang-Nya. Salah satu kunci kesuksesan adalah bersyukur.



1.5     Fungsi, Peran dan Tanggung Jawab Manusia Menurut Islam
Manusia sebagai salah satu makhluk hidup di Bumi ini mempunyai berbagai fungsi, peran dan tanggung jawab, dan Islam sebagai agama dengan jumlah pemeluknya terbesar dibanding agama-agama yang lain, sudah tentu mempunyai pandangan tersendiri akan fungsi, peran dan tanggung jawab manusia di Bumi.
1.5.1        Peran Manusia Menurut Islam
Berpedoman kepada QS Al Baqoroh 30-36, maka peran yang dilakukan adalah sebagai pelaku ajaran Allah dan sekaligus pelopor dalam membudayakan ajaran Allah. Untuk menjadi pelaku ajaran Allah, apalagi menjadi pelopor pembudayaan ajaran Allah, seseorang dituntut memulai dari diri dan keluarganya, baru setelah itu kepada orang lain.
Peran yang hendaknya dilakukan seorang khalifah sebagaimana yang telah ditetapkan Allah, diantaranya adalah :
1.  Belajar (surat An naml : 15-16 dan Al Mukmin :54) ; Belajar yang dinyatakan pada ayat pertama surat al Alaq adalah mempelajari ilmu Allah yaitu Al Qur’an.
2.  Mengajarkan ilmu (al Baqoroh : 31-39)
3.  Membudayakan ilmu (al Mukmin : 35 ) ; Ilmu yang telah diketahui bukan hanya untuk disampaikan kepada orang lain melainkan dipergunakan untuk dirinya sendiri dahulu agar membudaya. Seperti apa yang telah dicontohkan oleh Nabi SAW.
1.5.2    Tanggung Jawab Manusia Menurut Islam
Manusia diserahi tugas hidup yang merupakan amanat Allah dan harus dipertanggungjawabkan di hadapan-Nya. Tugas hidup yang dipikul manusia di muka bumi adalah tugas kekhalifaan, yaitu tugas kepemimpinan, wakil Allah di muka bumi, serta pengelolaan dan pemeliharaan alam.
Khalifah berarti wakil atau pengganti yang memegang mandat Allah untuk mewujudkan kemakmuran di muka bumi. Kekuasaan yang diberikan kepada manusia bersifat kreatif, yang memungkinkan dirinya serta mendayagunakan apa yang ada di muka bumi untuk kepentingan hidupnya.
Sebagai khalifah, manusia diberi wewenang berupa kebebasan memilih dan menentukan, sehingga kebebasannya melahirkan kreatifitas yang dinamis. Kebebasan manusia sebagai khalifah bertumpu pada landasan tauhidullah, sehingga kebebasan yang dimiliki tidak menjadikan manusia bertindak sewenang-wenang.
Kekuasaan manusia sebagai wakil Allah dibatasi oleh aturan-aturan dan ketentuan-ketentuan yang telah digariskan oleh yang diwakilinya, yaitu hukum-hukum Allah baik yang tertulis dalam kitab suci (al-Qur’an), maupun yang tersirat dalam kandungan alam semesta (al-kaun). Seorang wakil yang melanggar batas ketentuan yang diwakili adalah wakil yang mengingkari kedudukan dan peranannya, serta mengkhianati kepercayaan yang diwakilinya. Oleh karena itu, ia diminta pertanggungjawaban terhadap penggunaan kewenangannya di hadapan yang diwakilinya, sebagaimana firman Allah dalam QS 35 (Faathir : 39) yang artinya adalah :
“Dia-lah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah dimuka bumi. Barang siapa yang kafir, maka (akibat) kekafiran orang-orang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kemurkaan pada sisi Tuhannya dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lainhanyalah akan menambah kerugian mereka belaka”.
Kedudukan manusia di muka bumi sebagai khalifah dan juga sebagai hamba Allah, bukanlah dua hal yang bertentangan, melainkan suatu kesatuan yang padu dan tak terpisahkan. Kekhalifan adalah realisasi dari pengabdian kepada Allah yang menciptakannya.
Dua sisi tugas dan tanggung jawab ini tertata dalam diri setiap muslim sedemikian rupa. Apabila terjadi ketidakseimbangan maka akan lahir sifat-sifat tertentu yang menyebabkan derajat manusia meluncur jatuh ketingkat yang paling rendah, seperti fiman-Nya dalam QS (at-tiin: 4) yang artinya “sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”.
Di dalam Al Quran sudah begitu lengkap semua hal mengenai fungsi, peran dan tanggung jawab manusia. Oleh karena itu manusia wajib membaca dan memahami Al Quran agar dapat memahami apa fungsi, peran dan tanggung jawabnya sebagai manusia sehingga dapat menjalani kehidupan dengan penuh makna.